Book Title: Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Landasan Teoritis, Model Pengembangan, dan Implementasi

Author (s): Hasmiza

Publisher: PT Haizum Saintifika Teknologi

Publication Year: 2026

ISBN: -

Book Synopsis

Buku ini mengkaji inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) secara utuh, mulai dari landasan konseptual sampai gagasan inovatif yang siap dikembangkan. Penulis memadukan teori kurikulum klasik dan kontemporer dengan konteks kebijakan pendidikan nasional serta praktik di sekolah dan madrasah. Hasilnya adalah rujukan akademik yang sistematis bagi mahasiswa, pendidik, dan pengembang kurikulum.

Pembahasan dibuka dengan hakikat, fungsi, tujuan, dan komponen kurikulum. Pengertian kurikulum ditelusuri dari akar katanya (currere) hingga pergeseran maknanya, dari sekadar daftar mata pelajaran menjadi seluruh pengalaman belajar yang terencana. Kerangka Tyler dan Taba dipakai untuk menegaskan empat komponen inti: tujuan, materi, metode, dan evaluasi.

Fondasi kurikulum kemudian diperdalam melalui landasan filosofis, psikologis, sosiologis, dan yuridis. Aliran perenialisme, esensialisme, progresivisme, dan rekonstruksionisme dibahas beserta implikasinya bagi kurikulum. Kurikulum PAI diposisikan bertumpu pada Al-Qur’an dan Sunnah, lalu dikembangkan lewat ijtihad dan khazanah intelektual Islam. Keempat landasan itu dikaitkan agar keputusan kurikulum tidak berdiri di atas satu sudut pandang saja.

Buku ini lalu menelaah sejarah dan kebijakan kurikulum nasional dengan kacamata kritis. Perubahan kurikulum tidak dibaca sebagai pergantian dokumen dan tahun, tetapi sebagai dialog antara cita-cita kebangsaan, perkembangan keilmuan, dan tekanan politik-ekonomi. Penulis membedakan kurikulum di atas kertas dari perubahan nyata dalam pengalaman belajar murid, lalu membaca dampaknya bagi PAI melalui studi kasus.

Bagian metodologis memperkenalkan model-model pengembangan kurikulum dari Tyler, Taba, Wheeler, Oliva, dan Beauchamp. Karakteristik dan langkah tiap model diuraikan, kemudian dibandingkan berdasarkan kriteria yang jelas, termasuk kelebihan dan keterbatasannya. Dari perbandingan ini pembaca dibimbing memilih model yang cocok dengan konteks lembaganya.

Dimensi praktis ditangani lewat implementasi dan evaluasi pada satuan pendidikan, termasuk analisis dokumen kurikulum lembaga pendidikan Islam. Penulis menekankan bahwa kurikulum baru bermakna setelah dijalankan guru dan sekolah, bukan hanya saat dirancang. Karena itu evaluasi efektivitas implementasi ditempatkan sebagai bagian penting dari siklus pengembangan.

Memasuki pokok inovasi, buku ini menjelaskan konsep, prinsip, karakteristik, faktor pendorong, dan hambatan inovasi kurikulum dengan bertumpu pada teori perubahan pendidikan Fullan. Kurikulum Merdeka dibahas sebagai studi utama inovasi nasional, meliputi latar belakang pemulihan pembelajaran, struktur, Profil Pelajar Pancasila, dan penerapannya. Pembahasan ini dilengkapi keterampilan abad ke-21, yaitu 4C, HOTS, dan literasi digital dalam pembelajaran PAI.

Bagian akhir bergerak dari analisis ke perancangan. Pembaca diajak mengenali praktik baik inovasi kurikulum, mempelajari kasus di sekolah atau madrasah, dan menetapkan indikator keberhasilan. Berikutnya mereka belajar melakukan analisis kebutuhan, merumuskan profil lulusan sebagai arah tertinggi kurikulum, dan menyusun laporan analisis permasalahan.

Buku ditutup dengan pengembangan gagasan inovatif, yakni menerjemahkan temuan analisis menjadi desain struktur kurikulum yang konkret. Etika dan integritas akademik, mulai dari pencegahan fabrikasi, falsifikasi, sampai plagiarisme, ditegaskan sebagai syarat agar inovasi dapat dipertanggungjawabkan. Dengan alur dari teori ke praktik hingga karya orisinal, buku ini menjadi panduan yang kokoh bagi calon pengembang kurikulum PAI.